Depresi dalam Perspektif Islam | Dr. Sh. Yasir Qadhi
Mei 11, 2020
Jadi depresi itu apa dan bagaimana?
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara
khusus mendefinisikan depresi sebagai gangguan serius pada suasana hati
yang ditandai dengan munculnya gejala penurunan suasana hati (mood),
seperti: kehilangan minat terhadap sesuatu, memiliki perasaan bersalah
berlebih, gangguan tidur, gangguan nafsu makan (bisa menjadi hilang
nafsu makan atau justru semakin meningkat), kehilangan energi, dan
penurunan konsentrasi.
Dr. Yasir Qadhi dalam lekturnya mengatakan bahwa depresi
adalah fenomena multidimensi. Dimana terdapat 2 aspek yang disebutkan pertama, aspek psikologis, seperti trauma masa kecil, proses belajar, dan kedua aspek
fisiologis, misalnya kondisi hormon, kondisi otak tertentu.
Lantas bagaimana masyarakat menanggapi permasalahan ini? sebagaian masyarakat mengatakan bahwa depresi adalah fenomena Spiritual (ini memang benar, namun bukan satu-satunya).
Masih banyak masyarakat yang mengganggap depresi adalah hal yang tabu, sehingga mereka yang mengalami masalah ini malu untuk menceritakanya ke oranglain, mereka merasa bahwa ini adalah aib, mereka lebih memilih untuk diam dan berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri.
Lantas bagaimana respon masyarakat ketika mendapati saudaranya terkena depresi, sebagian mengatakan seperti "kalau kamu depresi berarti imanmu kurang tuh","kalau orang beriman nggak mungkin depresi","Makanya percaya sama Allah pasti kamu gabakalan depresi deh","ngapain pergi ke psikiater? buang-buang duit, kamu aja yang belum deket sama Allah","makanya sholat"
Di Al-Quran juga sudah dijelaskan kalau Allah bilang "verily in remembrace of Allah to the hearts find tranquillity". Jadi mereka mengasumsikan kalau kamu tidak mempunyai rasa tenang, tandanya kamu nggak dzikir ke Allah, kalau kamu nggak bahagia tandanya ada yang salah dengan imanmu dan yang lebih disayangkan ketika ada seseorang yang berusaha untuk menyembuhkan diri dari rasa depresi ini justru dikatakan bahwa yang salah adalah dirinya sendiri.
Tentu saja hal ini sangat keliru, karena justru akan membuat orang tersebut menjadi lebih depresi. Well, depresi memang nggak sesederhana itu rek. Bahkan orang yang imannya sangat bagus sekalipun bisa mengalami depresi. Kenapa? sederhana, karena mereka hanyalah manusia biasa, yang juga memiliki emosi, punya masalah dalam hidup, punya perasaan anxiety.
Namun manusia beriman jauh lebih bisa mengontrol rasa emosinya daripada dengan manusia yang kurang dekat dengan TuhanNya.
Dr. Sh. Yasir Qadhi memberikan 8 point bagaimana langkah yang dapat dilakukan ketika seorang muslim mengalami rasa depresi ini:
1) Al-Quran mengatakan bahwa memiliki perasaan anxiety, stress, depresi adalah bagian dari manusia. Tidak ada yang salah bahkan ketika kita mengalami masalah tersebut.
Ada cerita di dalam Al-Quran yang menceritakan tentang Rasulullah pernah mengalami perasaan sedih (grief), menderita karena masyarakat pada zaman Rasulullah tidak mempercayai dirinya. Dan Allah bilang ke Rasulullah "we know that your heart is in pain because of what they say think about that". Rasulullah juga mengatakan "it is possible that your anxiety your anguish will cause you to die".
Kemudian, Nabi Yakub dikisahkan juga bahwa ia sangat sedih karena kehilangan putranya, Yusuf. Saking sedihnya Nabi Yakub menangis hingga matanya buta, namun Allah tidak menghukum Yakub yang terus-terusan terpuruk dalam kesedihanya.
Dan kisah Maryam, ketika hamil, ia sendirian, bersusah payah melahirkan Nabi Isa. Sudah lelah secara fisik Maryam juga lelah secara batin karena memikirkan bagaimana orang-orang akan memperlakukan Isa ketika lahir nanti. Saking susahnya sampai Maryam ngomong "Alangkah lebih baik jika aku mati sebelum ini dan menjadi orang yang diabaikan dan dilupakan".
Kemudian, Nabi Yakub dikisahkan juga bahwa ia sangat sedih karena kehilangan putranya, Yusuf. Saking sedihnya Nabi Yakub menangis hingga matanya buta, namun Allah tidak menghukum Yakub yang terus-terusan terpuruk dalam kesedihanya.
Dan kisah Maryam, ketika hamil, ia sendirian, bersusah payah melahirkan Nabi Isa. Sudah lelah secara fisik Maryam juga lelah secara batin karena memikirkan bagaimana orang-orang akan memperlakukan Isa ketika lahir nanti. Saking susahnya sampai Maryam ngomong "Alangkah lebih baik jika aku mati sebelum ini dan menjadi orang yang diabaikan dan dilupakan".
Bayangkan rek, Maryam wanita yang amat suci, imanya sekuat baja, perempuan yang dimuliakan oleh Allah, yang menjadi ibu dari seorang Nabi aja bilang kepengen mati u,u lantas apakah Allah dan malaikat mengatakan "Wahai Maryam, apa ya mungkin wanita yang dimuliakan Allah sampai stres gitu, hai maryam, ayo dekatkan dirimu ke Allah lagi, ngajimu nggak bener ini, perbaiki sholatmu"
Dan masyaAllahnya, Allah tuh sama mailaikat nggak bilang kaya gitu, nggak nyinyir, nggak nyap-nyap yang jelek. Maryam justru dihibur. Jibril bilang ke Maryam dengan tempat yang rendah (posisi yang menyamakan bagi seseorang yang sedang sedih) "Wahai Maryam, janganlah engkau bersedih. Sesungguhnya Allah telah menjadikan anak sungai mengalir di bawahmu. Dan goyangkanlah pohon kurma itu, niscaya itu akan menggugurkan buah kurma yangmatang untukmu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah engkau".
Liat, Rasulullah, Yakub, Maryam jajaran manusia-manusia beriman saja pernah berada di titik terendah dalam hidup dan dihibur sama Allah tapi kenapa justru sebagian dari manusia justru mengatakan hal-hal buruk ke sesamanya?
Apa hikmahnya dari 3 kisah diatas? Bahkan orang beriman diatas mempunyai perasaan depresi, stress, anxiety dan itu perasaan yang normal, itu merupakan bagian dari kehidupan kita di dunia, dan nggak salah juga ketika kamu merasakan hal tersebut. Semua manusia pernah merasakanya dan melewatinya. Yang penting kamu tetap menjaga perasaanmu agar tetap berada di lingkungan yang sehat.
2) Tanamkan pada diri kalian, bahwa Allah selalu melihat kita dan Allah selalu bersama kita dimanapun berada. Bagaimana cara untuk menanamkan perasaan ini? by comforting ourselves that Allah is with me and Allah knows what is going on.
Ketika Rasulullah dan Abu Bakar sedang bersembunyi di dalam gua Tsur karena di kejar oleh suku Quraisy, Abu Bakar sangat ketakutan karena ia khawatir apabila suku quraisy menemukan mereka berdua. Rasulullah dengan tenang mengatakan kepada Abu Bakar "La tahzan, innallaha ma'ana". Sungguh betapa kalimat sederhana itu mempu membuat Abu Bakar yang cemas menjadi lebih tenang karena ia percaya bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan hambanNya.
3) Allah mengingatkan kita di Al-Quran, bahwa ingatlah selalu bahwa Allah itu Rahman ya Rahiim. Allah selalu peduli kepada hambanNya. Jangan sampai ketika kamu depresi sampai mempunyai fikiran untuk bunuh diri. Memang hidup itu nggak mudah rek, tapi inget bagaimanapun kondisinya Allah selalu peduli. Siapa yang memberikan kita kehidupan ini? Allah. Allah mengatakan, "so dont do suicide or die because its beyond the bounds and it make me angry". Setidaknya jika kalian meninggal saat ini juga, persiapkan bekal sebaik-baiknya, rugi dong kalau ending masuk neraka.
4) Percaya pada Qadar Allah. Umar bin Khatab mengatakan "Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku".
5) Stres itu normal. Perbanyak dzikir, sholat, ibadah. Dengan shalat kamu bisa menceritakan semua hal ke Allah. Semua resah dan gundahmu ceritakan semuanya ke Allah. Raise your hand up and open your heart. Ketika Nabi Yunus ditelan ikan, kemudian ia merasa sedih dan ketika bersedih berdoa "Laa illaha Illa anta subhanaka inni kuntu minadholiimiin" maka hilanglah kesedihan Nabi Yunus dan kesulitanya.
6) Depresi itu datangnya dari Syaiton.
7) Realised that the future is always for the believer, you shall be the winner if you have iman.
8) Berhenti menyalahkan dirimu, dan renungkan bagaiaman cara memperbaikinya.
Lagi-lagi depresi nggak sesederhana "kurang ibadah". Meskipun juga tidak menafikan peran kekuatan dari spiritual itu sendiri. Dengan lebih dekat dengan Allah, perasaan jadi lebih tenang, hidup lebih terkontrol, lebih sabar, lebih percaya sama Allah kalau Allah selalu deket, percaya sama Allah kalau Allah itu Rahman ya Rahiim. Namun jauh lebih dari itu, manusia-manusia yang mengalami depresi tentu saja membutuhkan oranglain untuk curhat, butuh ditemani. Karena lagi dan lagi, manusia hanyalah manusia.
Saat ini kita perlu menanamkan empati kedalam diri kita masing-masing, untuk tidak lagi mengeluarkan kalimat buruk ketika teman cerita tentang kesedihanya, kita perlu memberikan dukungan kepada mereka yang mengalami depresi bahwa mereka bisa menceritakan permasalahanya kepada orangtua, saudara, maupun teman yang mereka percayai. Merekapun boleh pergi ke psikiater.
Ada beberapa manusia yang bisa mengendalikan rasa depresinya hanya dengan mendekatkan diri ke Allah, mengatakan semua hal ke Allah, semakin giat ibadahnya, namun juga tidak bisa di pungkiri bahwa sebagian yang lain membutuhkan lebih dari sekedar mendekatkan diri ke Allah.
Jadi yuk teman-teman kita lebih awareness ke lingkungan kita, untuk lebih peduli ke saudara kita bahwa permasalahan ini bukan masalah sepele sehingga patut untuk di tertawakan dg yang lainya. Mari sama-sama merangkul teman-teman kita yang sedang bersedih.
Semoga bermanfaat 💮
Ada beberapa manusia yang bisa mengendalikan rasa depresinya hanya dengan mendekatkan diri ke Allah, mengatakan semua hal ke Allah, semakin giat ibadahnya, namun juga tidak bisa di pungkiri bahwa sebagian yang lain membutuhkan lebih dari sekedar mendekatkan diri ke Allah.
Jadi yuk teman-teman kita lebih awareness ke lingkungan kita, untuk lebih peduli ke saudara kita bahwa permasalahan ini bukan masalah sepele sehingga patut untuk di tertawakan dg yang lainya. Mari sama-sama merangkul teman-teman kita yang sedang bersedih.
Semoga bermanfaat 💮
12 komentar
Setuju, karena dilain mendekatkan diri kepada Allah, suport dari orang disekitar kita juga ampuh untuk mengurangi tingkat depresi
BalasHapusBenar sekali :)
HapusKonten ini tentunya bermanfaat bagi yang memiliki tingkat depresi maupun anxiety yang tinggi, dan mereka bisa menjalankan kehidupan mereka secara normal kembali. :)
BalasHapusTerima kasih, semoga bermanfaat :)
HapusParagraf yg bisa berbicara. Konotasi kalimat terngiang suara real dari penulis. Hebat.....
BalasHapusTerima kasih sudah membaca :)
Hapussangat bermanfaat. terima kasih :)
BalasHapusAlhamdulillah, sama-sama :)
HapusUlasan tentang anxiety dan depresi yg lengkap dan detail. Pembahasan juga disampaikan dg gaya bahasa yg menarik. Semoga konten ini dapat bermanfaat bagi teman-teman yg mengalami depresi dan anxiety.
BalasHapusTerima kasih fathur sudah membaca :)
HapusSetuju banget, dalam setiap urusan kita harus selalu melibatkan Allah SWT. Masyaallah. aku tunggu artikel selanjutnya kak :)
BalasHapusAlhamdulillah, terima kasih sudah membaca ya :)
Hapus